Thursday, 7 February 2019

3 Tipe Toilet Umum di India dan Cara Penggunaannya

PEMBERITAHUAN: Mohon maaf dengan sedikitnya foto, karena toilet adalah ruang publik yang cukup privat. Jadi saya tidak bisa sembarangan ambil foto, di negara lain pula.

Tidak mudah memang mengurus tata ruang sebuah kota. Harus diperhatikan berbagai aspek mulai dari pembagian wilayah hunian, hingga melengkapi kota itu dengan fasilitas umum bagi warganya. Fasilitas yang tentu saja bukan hanya tersedia, tetapi juga harus layak. 

Pengalaman Menggunakan Toilet Umum di Berbagai Negara
Salah satu fasilitas umum yang vital adalah toilet umum. Saya punya beberapa pengalaman dengan toilet umum ketika traveling ke negara lain. Di Vietnam, saya terpaksa bayar toilet umum dengan mata uang Rupiah karena uang Dong saya tertinggal di mobil, untung yang jaga mau terima.

Di Malaysia saya pernah mandi di toilet bandara, hingga digedor-gedor sama petugas kebersihannya. Di Kamboja, di sebuah rest area bus, toiletnya tidak ada air dan tisunya. Mungkin pengelola toiletnya berpikir cebok bisa pakai aliran udara. Sekalian saja tulis pengumuman, ‘HABIS BUANG AIR HARAP JANGAN LUPA DITIUP HINGGA BERSIH. TERIMA KASIH. –MANAJEMEN’. Memangnya saya Avatar sang pengendali angin?

Dan tiba saatnya saya mengunjungi India. Teman-teman ketika tahu saya akan ke India reaksi mereka sebagian besar kompak, “Ih, India kan bau!”. Saya, sih, tidak terlalu ambil pusing. Toh yang ngomong begitu juga belum pada pernah ke India, hanya berbekal ‘katanya’.

Dan ketika saya mendarat di India opini teman-teman saya tidak salah. Aroma tidak sedap sangat mudah kita hirup di negara yang sensi banget sama Pakistan ini. Salah satu faktor yang menyebabkan adalah sanitasi yang buruk. Toilet umum di India bisa dikatakan unik-unik. Seperti ini uniknya,

1. TEMBOK BERSEKAT

Waktu eksplor New Delhi, saya jalan kaki dari hostel mau ke Red Fort. Menembus pasar-pasar, dan gang New Delhi. Karena udara dingin, jadi gampang beser. Kabar baiknya toilet umum banyak. Kabar buruknya, toiletnya tidak tertutup. Jadi secara bangunan, yang permanen dari toilet ini hanyalah sebidang tembok yang diberi sekat pemisah tanpa dinding apalagi pintu, dan kran yang, kalau beruntung, airnya keluar. 
Ruwednya New Delhi
Di Pingir Jalan Letaknya persis di pinggir jalan, jadi kita pipis membelakangi jalan. Lalu lintas di Delhi itu bisa bikin tekanan darah seorang paling sabar pun berada pada titik tertingginya. Di sana, kendaraan seperti berlomba-lomba membunyikan klakson tanpa alasan. Macet enggak, lampu merah enggak, lewat terowongan Kasablanka juga enggak, tapi bebunyian klakson sambung menyambung tidak berhenti. Kayaknya bikin SIM di India parameter kelulusannya dinilai dari sejago apa seseorang merangkai nada pakai klakson kendaraannya. 
Bangunan yang ada gentengnya itu adalah toilet

Awas Kaget!
Nah, terbayangkah lagi nikmat-nikmatnya pipis lalu ada motor atau mobil lewat sambil membunyikan klakson lalu kita kaget dan si titit sawan lalu pipis jadi acak-acakan? Jadi alasan kenapa ada anggapan India itu bau sedikit terjawab, toilet umum buat pipisnya terbuka begitu.

Toilet di Jaipur 
Di Jaipur berbeda lagi. Suatu pagi di hari terakhir saya di India, saya jalan kaki mau ke Ajmere Gate buat cari bus menuju Amber Fort. Di kejauhan saya melihat orang berjejer ngobrol, di depan mereka ada puing tembok setinggi dada. Ketika semakin dekat dan sudut pandang saya ada di samping mereka baru saya tahu mereka lagi pada pipis masal. Kesel lihat pengendara motor ngobrol di jalan raya di Indonesia? Yuk ke Jaipur, lihat orang kencing sambil kongkow. Air pipisnya sampai menganak sungai dan mengalir ke jalan raya. Hmmm…pagi-pagi lihat pemandangan demikian, saat yang tepat buat sarapan bubur!

2. TOILET JONGKOK Ini bukan toilet jongkok bermerek TOTO atau INA seperti yang engkau pikirkan wahai para pembaca. Ketika di Jama Masjid, saya kebelet buang air kecil. Saya pun mencari toilet. Ada satu bangunan toilet umum. Aha, kali ini toiletnya ada bangunannya! Tidak khawatir kesamber bajaj, deh. Begitu pikir saya. Saya ikut mengantri dengan beberapa jama’ah masjid yang sebagian besar pakai gamis.

Bayar Dulu Baru Pakai 
Oh iya, toilet umum berbayar di India itu bayar dulu baru pakai. Jadi setelah bayar saya buru-buru masuk. Sampai di dalam saya bingung karena tidak ada bilik WC-nya. Suasana ruangannya gelap dengan penerangan bohlam seadanya. Saya masuk lebih dalam lagi, dan mendapati sekat-sekat kayu yang menempel di dinding. 

APAAN, TUH???
Ketika mata saya terbiasa dengan cahaya minim, saya melihat pemandangan yang, saya tidak percaya akan mengatakan ini, tapi pemandangan itu memang akan sulit dilupakan. Jadi saya melihat orang-orang pipis menghadap tembok, tapi mereka jongkok dengan menyingkap baju gamisnya hingga pinggang. Saya menjerit dalam hati, “LAH INI NGAPA PANTAT SEMUA, ANJIR???”

Pipis Jongkok Itu Repot Saya baru sadar mungkin ini cara pipis di sini. Memang bagus sih secara syariat, lebih aman dari najis. Tapi, tapi, tapi buat saya yang tidak biasa ya repot juga. Saya pakai celana dobel-dobel karena dingin, sudah begitu pakai sepatu pula. Effortnya terlalu besar untuk bisa pipis jongkok. Di tambah harus membiarkan pantat bebas di ruang publik? NO THANKS!

Everlasting Memories
Tidak semua jalan-jalan akan menghasilkan kenangan indah. Pemandangan berbagai bentuk belahan pantat, yang berlesung, yang belahannya kurang presisi, yang bentuk garisnya kayak lambang The Flash, yang berbentuk love terbalik, semuanya akan terus terekam dalam memori otak saya. Saya tidak pernah melihat pantat terbuka sebanyak dengan formasi serapih itu.

3. TOILET BANDARA Bandara Internasional Indira Gandhi adalah salah satu bandara tersibuk di dunia. Kabarnya bisa sampai 4 juta manusia keluar masuk bandara ini setiap harinya. Ketika saya ke bandara ini untuk me-reschedule tiket yang di-cancel, saya berkesempatan menjajal toiletnya.

Foto di Toilet 
Toilet umum di bandara ini tidak seperti toilet umum di bandara lain. Di tempat lain untuk membedakan toilet pria dan wanita dipasang tanda atau simbol berbentuk siluet bidang yang melambangkan pria dan wanita. Atau jelas ditulis ‘Men’ dan ‘Women’. Namun, toilet di Bandara Indira Gandhi ini berbeda cara membedakannya. Di dinding ujung lorong pintu masuk masing-masing toilet di pasang foto (IYA FOTO!) ukuran superbesar. Toilet cowok pakai foto model cowok, dan yang cewek model cewek. Entah artis Bollywood mana itu yang dijadikan model.

Toilet Atau Baliho?
Masalahnya untuk yang tidak terbiasa dengan konsep pembedaan seperti itu pasti membingungkan. Tulisan ‘Toilet’ nya pun kecil. Jadi kalau kita hanya sekadar lewat bakalan tidak sadar itu adalah toilet, mungkin hanya menyangka seperti space untuk iklan. Kalaupun tahu itu toilet, bakalan bingung mana yang buat perempuan mana yang buat pria. Karena ya itu tadi, butuh waktu untuk yang tidak biasa menyadari bahwa untuk membedakan toilet pria-wanita adalah dengan cara melihat fotonya. Ampun, dah! Siapa juga gitu yang kepikiran buat pasang foto model cantik dan ganteng segede bajaj gitu buat penanda toilet.

HATI-HATI DENGAN TOILET UMUM BERBAYAR Selain bau, yang mengkhawatirkan dari India adalah tingkat scaming yang katanya tinggi. Ini saya kena, nih, di toilet umum di Jaipur ketika mengunjungi Amber Fort. Seperti yang sudah saya tulis di atas, bahwa toilet umum berbayar di India itu bayar dulu baru pakai. Nah waktu itu saya tidak ada uang kecil, jadi saya bayar pakai uang 200 rupee. Oh iya, harga toilet umum sekali pakai umumnya 10 rupee saja. Saya disuruh masuk dulu, kembaliannya nanti pas sudah selesai.

Rugi Setelah Pipis 
Setelah selesai pipis, saya minta kembaliannya. Tetapi si penjaga hanya memberi 100rupee. Dia bersikukuh tidak ada uang kecil, lalu bilang mau pergi sebentar untuk cari uang kembalian. Dan…ya, dia tidak pernah kembali lagi, atau mungkin nukerin uangnya di Alfamart stasiun Gambir. Tekor 90 rupee, dah! Jadi saran saya, kalau mau pakai toilet umum berbayar di India, pakailah uang pas 10rupee atau pecahan uang yang tidak terlalu besar biar kalaupun kena scam tidak gondok-gondok amat =(






27 comments:

  1. Habis baca ini aku jadi gak pengen ke india sama sekali.. Hiks.. Hiks.. Aku gak kebayang kalo buat cewek berhijab gimana :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk perempuan, saya sih suggest jangan sendirian. Kalau pun harus sendirian mesti ekstra hati-hati. Pasang tampang galak aja, jangan keliatan lemah!

      Delete
  2. Wahhhh,, memang scamming itu dimana-mana ada, baiknya memang selalu sediain uang kecil. Kalau macam toilet terbuka gitu di beberapa daerah di Indonesia ada koq yang bentuk pipis jongkok, hahahaha

    ReplyDelete
  3. Penuh perjuangan ya untuk pipis dan aktivitas "ke belakang" di India. Ada bersekat, hingga bayarannya ampun-ampunan. Thanks for sharing ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Perlu ketegguhan hati tingkat tinggi. Sama-sama, Mas. Terima kasih juga sudah berkunjung.

      Delete
  4. Duh, jadi tambah mikir bwaaang adik tuh mau mampir ke sana ketemu Kajol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. MEMANGNYA ANDA SIAPA MAU BERTEMU QEQASIH SAYA???

      Delete
  5. wahahahahah ada toilet gratis dipinggir jalan kak. disekat ama tembok tak terlalu tinggi dan ngga ada airnya. tembak langsung ngacir hahahaha

    ReplyDelete
  6. Cebok pakai aliran udara. Whuahahaha. Kaya betul pengalamannya mas iqbal ttg pertoiletan di luar negeri. Ambil baiknya, buang buruknya. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, nanti saya bikin buku panduan pakai toilet umum di barbagai negara.

      Delete
  7. Oooh penandanya langsung pake foto model ya?
    Mungkin warga sana dulunya gak paham dengan simbol men/women ya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi, Mbak. Cuman kan bingung bingung jadinya...

      Delete
  8. Aku pengen ngakak tapi gak sopan ya, hihihi

    Aku pernah nonton info tentang India dan toiletnya bukan dibuat pipis tapi disucikan coba. Dikasih kembang hiasan dan lain2 macam di kuail. Ngelus dada banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dibeberapa daerah memang ada yang seperti itu.

      Delete
  9. Haduh aku baca ini bisa2 membatalkan India di bucket list nih. Masa mau pipis harus ke hotel dlu, hiks. Nangis deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ndak apa-apa, Mbak dateng aja. Tapi ke sananya pakai jasa travel agent, jangan backpackingan.

      Delete
  10. Mau ngakak takut dosa, serem yaa toilet di india trus kalau cewek mau pipis gimana tuh, toilet tanpa sekat, omg membayangkannya saja udah ngeri duluan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kalau untuk cewek mau ndak mau cari fasilitas umum lain seperti pom bensin, atau minimarket yang ada toiletnya. Atau bisa juga di halte-halte metro.

      Delete
  11. Pipis jongkok sih sudah biasa,...tapi kalau pamer pantat bejejer gitu, hahahaha nehi nehi.... Penasaran toilet ceweknya di sana seperti apa

    ReplyDelete
  12. Bener-bener yaa...
    Lain ladang, lain belalang.
    Lain lubuk, lain ikannya.

    Yang paling enak memang di negara sendiri.
    Gak pakeweuh sama adat bangsa lain.

    ReplyDelete
  13. Waduh itu paling belakang bisa rugi banyak gtu ya mas. Ikut prihatin. Noted bawa pecahan 10 rupee.
    Beda budaya, beda toilet, ikut kaget pas bagian bokong semua, ikut ngikik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Pecahan 10 rupee ada yang kertas ada yang koin. Bawa aja yang koin kalo untuk toilet mah. Masukin di dompet khusus, biar gampang.

      Delete
  14. terkejodh dan ngakak baca kisah toilet di India. hahaha

    coba aja ada foto pantat terbuka dengan formasi rapi, gw jamin tulisan ini bisa viral*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, ndak usah viral. Dirimu bersedia mampir dan komen saja itu sudah cukup.

      Anjay, bijakkk... =)))

      Delete

author
Yosfiqar Iqbal
Penyuka jalan-jalan, dan pecinta tulis menulis. Melakukan keduanya sekaligus disela-sela kesibukan menjadi karyawan, anak kos, dan rindu yang jarang terbalas.