Tuesday, 2 March 2021

TIPS MENJAGA IMUNITAS TUBUH

Tulisan ini dibuat tepat satu tahun dari terkonfirmasinya kasus pertama COVID-19 di Indonesia. Penyakit anyar berupa virus yang berasal dari sebuah pasar hewan liar di Wuhan, Tiongkok, ini sudah setahun membuat Indonesia begitu kerepotan di berbagai aspek. Mulai dari ekonomi sampai kebiasaan di kehidupan sosial berubah cukup signifikan. Sebuah keadaan yang disukai atau tidak membuat kita harus menyesuaikan diri. Sebuah keadaan yang memaksa kita untuk kembali ingat pada sebuah hal yang mungkin terkadang kita lupakan saking khidmatnya menikmati hidup, yaitu kesehatan.


Menjaga kesehatan memang bisa dibilang gampang-gampang susah. Karena kesehatan ini seperti air, ada di setiap hari sehingga kita lupa memilikinya dan baru sadar betapa pentingnya ketika hilang. Saat COVID-19 menyerang, saya tidak bilang ini sebagai hal positif, tetapi tersebarnya virus ini membuat orang jadi lebih sadar akan kesehatan dan meningkatkan kekuatan imunitas tubuhnya.


Puji Tuhan, selama pandemi COVID-19 ini saya sudah beberapa kali dites PCR atau swab dan semuanya berakhir dengan hasil negatif. Tubuh juga tidak menunjukkan gejala yang aneh-aneh. Pernafasan masih normal, suhu tubuh rata-rata, penciuman moncer, indra perasa oke. Ini berarti imunitas tubuh saya bisa dibilang baik. 


Bagaimana cara menjaga imunitas versi saya? Saya ada beberapa tipsnya:


1. KELOLA STRES

Kadang penyakit datang justru dari pikiran yang kalut, syaraf otak yang menegang, dan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dipikirkan oleh otak. Bahasa anak sosmednya, overthingking. Situasi ini jika berlebihan bisa menimbulkan stres. Kemampuan kita mengelola stres menjadi sangat penting. Kalau sudah terlampau penat dengan rutinitas sehari-hari, rehatlah sejenak. Lakukan apa yang disuka, beri penghargaan kepada diri sendiri. Kalau ada waktu dan rejeki, pergilah berlibur dengan protokol kesehatan yang ketat.



2. TIDUR YANG CUKUP

Tidur adalah hak tubuh yang wajib kita penuhi. Jika hak ini tidak diberikan tubuh bisa protes dengan cara meminimalisir fungsionalitasnya yang berakhir dengan kita terbaring sakit. Terapkan pola tidur yang teratur seperti tidur sebelum jam 9 malam dan bangun jam 5 pagi. Paling tidak delapan jam.



3. EFEKTIF DALAM BERKEGIATAN

Masa pandemi seperti ini mewajibkan kita untuk sedapat mungkin mengurangi aktifitas di luar rumah. Namun, tidak semua bisa dilakukan di rumah. Ada kalanya kita mesti bekerja atau menghadiri acara yang tidak bisa dihadiri secara daring. Memilah-milah kegiatan dengan membuat prioritas memperkecil peluang kita terpapar virus. Jadi, kesehatan dan produktifitas bisa berjalan bersisian.



4. JAGA POLA MAKAN

Penyakit sebagian besar datangnya dari perut. Kurang makan bisa sakit, kelebihan makan pun bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan. Ada baiknya kita kembali mengingat pola makan klasik empat sehat lima sempurna agar takaran gizi seimbang.



5. CEK KESEHATAN

Dalam suasana pandemi seperti ini, mengecek kesehatan adalah keniscayaan. Bukan hanya untuk memastikan bahwa kita sehat, tetapi juga untuk melindungi orang-orang di sekitar kita. Sekarang semua serba mudah, termasuk cek kesehatan ini. Kita hanya perlu instal aplikasi Halodoc, tidak perlu keluar rumah untuk sekadar konsultasi. Kita bahkan bisa menjadwalkan tes PCR, dan antigen. Untuk yang mau beribadah umroh atau haji dan memerlukan vaksin meningitis juga bisa lewat satu aplikasi ini. 




Demikian tips menjaga imunitas dari sepengalaman saya. Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan, serta keselamatan. Terpenting, semoga pandemi ini lekas berakhir, kangen rasanya jalan-jalan lagi tanpa dibayangi tenggorokan dan lubang hidung yang diusap-usap tenaga kesehatan. Aamiin.

No comments:

Post a Comment

author
Yosfiqar Iqbal
Penyuka jalan-jalan, dan pecinta tulis menulis. Melakukan keduanya sekaligus disela-sela kesibukan menjadi karyawan, anak kos, dan rindu yang jarang terbalas.