Thursday, 14 March 2019

Tujuan Wisata di Pandeglang dan Sekitarnya

Kabupaten Pandeglang. Kayaknya masih banyak yang belum tau tentang kabupaten yang satu ini. Khususnya kalau dikaitkan dengan daerah tujuan wisata. Kalaupun ada yang pernah ke Pandeglang untuk berwisata, pasti enggak sadar kalau mereka lagi di Pandeglang. Coba, berapa orang yang ngeh kalau Tanjung Lesung itu masuknya wilayah administratif Pandeglang? Kebanyakan taunya Tanjung Lesung itu ya Anyer. Anyer itu masuknya Kota Serang, lho!

Pandeglang memang seperti ‘menyendiri’ di barat Jawa. Jarang orang tau tempat wisata apa yang ada di Pandeglang. Padahal, ya, potensi wisatanya besar sekali. Selain Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon pun letaknya di Pandeglang. Tapi nama Pandeglang sendiri tidak lebih besar dari Ujung Kulon.

Nah, ini mumpung belum lama saya pulang ke Pandeglang dan mencoba beberapa tempat wisata underrated yang ada di sana, saya coba tulis deh list-nya. Siapa tau berguna bagi yang mau berwisata murah, dekat Jakarta, dan tidak melulu soal Tanjung Lesung yang kalau weekend jalan ke sana macetnya kayak antrian zuppa soup di resepsi kawinan.

Kenapa saya bilang underrated? Karena belum banyak yang tau, dan murah meriah! Apa saja kira-kira tempat wisata di Pandeglang dan sekitarnya yang belum banyak orang tau? Ini menurut saya:

1. Gunung Pulosari  
Anak Gunung mesti coba, nih mendaki ke sini. Namanya memang tidak sebesar Gunung Gede-Pangrango, Salak, Papandayan, atau Ciremai di Jawa Barat. Tingginya pun relatif rendah, 1.346mdpl. Namun, masih aktifnya gunung ini dan terdapat kaldera menjadi daya tarik tersendiri. Ada air terjunnya juga sebelum kita sampai di kawahnya. Menurut Wikipedia, Sunan Gunung Jati pernah ke gunung ini untuk menyebarkan Islam.

2. Duren Jatohan Haji Arif 
Sebetulnya ini masih masuk Kabupaten Serang, tetapi sudah sangat dekat dengan Pandeglang. Penggila durian bisa merasakan ‘surga dunia’ di sini, yaitu merasakan durian fresh yang baru jatoh dari pohonnya. Beraneka ukuran, dan jenis durian ada di sini. Kualitasnya jaminan mutu, kalau lagi makan terus ketemu daging durian yang busuk, garansi diganti utuh. Harganya berkisar antara 125-150 ribu Rupiah, tergantung ukuran. Side dish-nya biar enggak gumoh-gumoh amat, disediakan tahu goreng. Kalau dilihat dari nama tempatnya, pasti ini ownernya bernama Haji Murad atau atau Haji Kelik. Anjay, kagak lucu. Ehe!

3. Pemandian Air Panas Cisolong Kabupaten Pandeglang ternyata menyimpan energi panas bumi. Dan ini dimanfaatkan warga untuk membuat pemandian air panas. Pemandiannya dibuat seperti kolam renang. Tiket masuknya hanya lima ribu rupiah per orang. Awalnya pemandian ini dibuka 24 jam, tetapi karena pengelolanya diprotes warga sekitar, jadi hanya beroperasi hingga jam sepuluh malam. Banyak anak motor yang turing jauh-jauh dari Jakarta melepas lelah mandi di sini. Berendam di sini berasa dipijat-pijat, bikin relaks persendian. Nyessss… 
Yang motret cakep


4. Taman Bunga Kebon Jambu 
Ini pernah crowd di Instagram. Jadi konsepnya adalah sebuah kebun bunga di tengah sawah. Hamparan hijau persawahan diselingi warna-warni beraneka bunga dengan latar belakang Gunung Pulosari, mata mendadak jadi manja di sini. Ajak pacar ke sini cocok banget, deh, asli! Ada juga kebun jambu air di sini, di mana kalau sedang berbuah kita bebas memetik dan memakannya di tempat. Kalau mau bungkus, bayar per kilo sepuluh ribu. Oh iya, harga tiket masuk ke sini cuma tujuh ribu rupiah saja plus dipinjami caping petani untuk keperluan foto-foto. 


Bagaimana Cara ke Tempat-tempat Tersebut? Pandeglang adalah sebuah kota yang tidak bisa dibilang kecil, namun infrastruktur maupun fasilitas transportasinya amat sangat terbatas (enggak tega bilang kurang). Untungnya, tempat-tempat wisata yang saya sebutkan tadi jaraknya berdekatan dan tidak terlalu jauh dari pusat kota.

Mari asumsikan bahwa pusat kota itu adalah alun-alun kota. Maka untuk mencapai tempat-tempat wisata di Pandeglang tersebut milestone kita yang pertama adalah mencapai alun-alun.

  • Kalau Naik Kendaraan Pribadi
Setelah menyusuri ruas tol Jakarta-Merak arah ke Merak, keluar di tol Serang Timur. Lalu menyusuri jalan raya Serang-Pandeglang. Lurus saja terus. Duren Jatohan Haji Arif terletak di ruas jalan ini, jika sudah memasuki daerah bernama Baros bersiap-siaplah, kedainya ada di sebelah kanan jalan.

  • Kalau Naik Kendaraan Umum
Satu-satunya bus yang langsung ke Pandeglang adalah grup Murni dan Asli Prima dari Kalideres jurusan Labuan. Tapi demi kenyamanan dan kesehatan jantung, saya tidak merekomendasikan untuk naik bus ini. Kenapa? Googling deh, saya enggak mau cerita di sini, ehe.

So, naik saja bus jurusan Merak, dan turun di Serang sesaat setelah keluar tol Seran Timur. Lalu untuk menuju Pandeglang kita mesti berganti angkot dua kali. Setelah sampai di Alun-Alun Pandeglang, untuk menuju masing-masing tempat wisata bisa menggunakan ojek online, ojek konvensional, atau carter angkot.

Atau bisa juga naik Commuter Line dari Tanah Abang ke Rangkas Bitung. Dari Rangkas masih tiga kali lagi naik angkot ke Pandeglang. Saya perah menulis rusuhnya naik Commuter Line ke Pandeglang via Rangkas. Klik di sini-----> Yos Ganteng!

See? Agak ribet, ya. Itu yang saya bilang masih kurangnya infrastruktur dan pilihan transportasi. UMR Kabupaten Pandeglang itu yang paling rendah di Provinsi Banten, jadi untuk menaikkan penghasilan warganya sektor pariwisata yang paling punya potensi.

Tempat-tempat wisata di Pandeglang dan sekitarnya yang saya sebutkan di atas baru segelintir. Masih ada wisata ziarah, Pandeglang memegang peranan penting dalam penyebaran Islam di Jawa bagian barat, jadi banyak tokoh dan ulama yang dimakamkan di sini. Ada juga pemandian Batu Qur’an dan Cikoromoy yang sebetulnya tidak kalah dengan Umbul Ponggok di KL (Klaten).

Kalau tempat-tempat wisata tersebut sudah terkelola dengan baik dan infrastrukturnya terintegerasi, industri lain pasti bakal tumbuh. Kuliner, dan penginapan murah akan ramai, ekonomi warga sudah otomatis berputar dan berkembang.

Ayo, ke Pandeglang…

No comments:

Post a Comment

author
Yosfiqar Iqbal
Penyuka jalan-jalan, dan pecinta tulis menulis. Melakukan keduanya sekaligus disela-sela kesibukan menjadi karyawan, anak kos, dan rindu yang jarang terbalas.