Monday, 4 June 2018

Tips Murah Berwisata ke Kepulauan Seribu

Untuk orang kantoran dan bekerja di Jakarta, mencari destinasi wisata pantai yang bagus dan komplit ternyata tidak sulit. Provinsi-provinsi tetangga memiliki pantai-pantai unggulan yang sudah terkenal. Banten, misalnya, punya Pulau Peucang, Pulau Sangiang, atau Pantai Sawarna. Jawa Barat punya Pantai Pelabuhan Ratu. Dan kalau mau sedikit jauh, ada Lampung dengan Pahawang, Teluk Kiluan, atau Anak Gunung Krakatau. Semuanya bisa dilalui dalam satu weekend saja.

Namun, karena letaknya di luar kota, biaya untuk ke spot wisata di atas juga lumayan. Mahal, sih, tidak. Tapi buat saya ikut open trip ke destinasi tersebut cukup membuat goyah cash flow rekening bank. Untuk mengakalinya, saya mencari pantai yang jaraknya tidak jauh dari Jakarta tetapi masih proper untuk, setidaknya, snorkeling dan menyaksikan sunset yang cukup layak untuk diberi embel-embel caption “Pecinta Senja” di Instagram. Pilihannya tentu saja Kepulauan Seribu.

Objek wisata di Kepulauan Seribu ini sudah tentu full wisata bahari. Bulan lalu saya mencoba rute baru ke Kepulauan Seribu, dan ternyata dengan jalur tersebut ongkos menjadi lebih murah. Karena saya adalah travel bloger kelas menengah ke bawah, ya kalau ada yang lebih murah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Berikut tips dari saya supaya wisata ke Kepulauan Seribu bisa lebih murah:

1. Naik Kapal Sabuk Nusantara

Jika biasanya, dan memang sebagian besar, berwisata ke Kepulauan Seribu dengan budget minim itu lewat Dermaga Kaliadem di Muara Angke, kalau mau lebih memotong ongkos perjalanan cobalah untuk lewat Pelabuhan Sunda Kelapa. Hanya ada satu kapal yang melayani rut eke Kepulauan Seribu, yaitu kapal Sabuk Nusantara. Tidak setiap hari kapal ini bertolak dari Sunda Kelapa. Ada jadwalnya, yaitu hari Senin, Rabu, dan Sabtu. Sedangkan untuk sebaliknya adalah Selasa, Kamis, dan Minggu.

Kenapa saya bilang kalau naik kapal ini lebih murah? Karena ongkosnya hanya lima belas ribu rupiah saja. Sabuk Nusantara adalah kapal subsidi dari Departemen Perhubungan dan Pemprov DKI. Kalau naik kapal regular dari Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, sekali jalan bisa kena lima puluh ribu rupiah. Margin penghematan yang lumayan, bukan?

Kapal ini mempunyai titik pemberhentian. Yaitu Pelabuhan Sunda Kelapa-Pulau Untung Jawa-Pulau Pramuka-Pulau Kelapa. Saya waktu itu ke Pulau Pramuka memakan waktu tiga jam. Dan naik kapal ini sedikit tricky, karena harganya murah. Sabuk Nusantara berangkat jam delapan pagi, walaupun begitu jika kuota penumpangnya sudah penuh maka pintu kapal akan ditutup dan tidak menerima penumpang lagi walau belum jam delapan. Saya sangat menyarankan untuk datang sepagi mungkin. Jika pergi rombongan, sebisa mungkin ada satu orang yang sudah di dermaga untuk booking tempat dan melakukan pembayaran, nanti nama-nama pesertanya di data dan dicatat.

Eit, jangan khawatir soal fasilitas kapal Sabuk Nusantara ini. Walaupun operasionalnya ditopang oleh subsidi, tidak berarti service-nya menjadi seadanya. Saya pun lumayan surprise ketika masuk dan ke lantai dasar, ada dormitory dengan kasur tingkat full AC dan TV berwarna. Wuih, sudah mirip dengan penginapan-penginapan budget untuk backpacking, hanya kurang free wifi saja. Jadi selama perjalanan 3-4 jam, kita bisa tidur dengan nyaman. Untuk yang mabuk laut, tidak perlu khawatir. Fasilitas lainnya adalah, ada cafeteria yang barang dagangannya harganya sama dengan di warung-warung. Ada yang pernah trauma jajan di kapal ferry karena harganya yang berkali-kali lipat? Di Sabuk Nusantara tidak perlu khawatir, sehabis minum anti mabuk, langsung bisa beristirahat tidur nyenyak. 

Untuk jadwal kepulangan, jika kita pergi di hari Sabtu, maka pastikan di hari Minggu kita sudah berada di dermaga Pulau Pramuka sebelum jam 10 untuk reservasi tempat kembali ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

2. Pergi Dengan Cara Berkelompok

Berwisata ke Kepulauan Seribu memang umumnya berkelompok, terutama jika kita memakai jasa travel agent. Walaupun pergi sendiri, nantinya akan dikelompokan dengan rombongan lain. Namun, bisa juga lho wisata ke Kepulauan Seribu ini tidak menggunakan jasa travel agent namun dengan harga lebih murah. Usahakan pergi dengan anggota minimal 10 orang. Lalu pergi lah menuju Pulau Pramuka, pulau besar yang dilalui oleh kapal Sabuk Nusantara tadi. Di sana akan banyak pemilik perahu yang menawarkan perahunya untuk ke pulau-pulau di sekitar Pulau Pramuka. Kalau kita datang dengan berkelompok, kita bisa carter perahu dan bebas menentukan mau ke pulau mana tanpa harus menunggu kuota perahu penuh.

3. Berwisata Dengan Cara Berkemah

Ini masih berhubungan dengan poin nomor 2. Kepulauan Seribu, selain memiliki pulau-pulau dengan penduduk, pulau dengan resort, juga memiliki pulau kosong yang bisa digunakan untuk berkemah. Pulau Kotok, dan Pulau Semak Daun adalah rekomendasi dari saya (akan saya tulis di artikel lain detail mengenai dua pulau ini). Izin berkemah di sini hanya 35 ribu rupiah per orang. Caranya? Dari Pulau Pramuka naik perahu kecil dengan tarif 50 ribu rupiah per orang PP. Nah, di sini tips nomor 2 tadi berguna. Kalau kita pergi dengan rombongan, pemilik perahu menawarkan harga carter 500 ribu rupiah, plus dapat fasilitas antar jemput ke spot snorkeling. Fasilitas yang tidak kita dapatkan jika pergi perorangan. Dengan cara berkemah ini kita bisa menghemat anggaran namun mendapat pengalaman tur yang sama dengan kalau kita wisata ke Kepulauan Seribu dengan travel agent dan menginap di homestay.


Bulan lalu ketika saya ke Pulau Kotok, dengan 9 orang teman, total semua biaya adalah 203 ribu rupiah per orang, sudah termasuk sewa alat snorkeling seharga 30 ribu per hari per orang. Jadi untuk yang ingin variasi wisata ke Kepulauan Seribu karena bosan ke Pulau Tidung, atau Pulau Pari, tips di atas bisa dicoba. Selamat berwisata ke Kepulauan Seribu =)

16 comments:

  1. dan ketiga tips ini gak cuma karena murahnya. Tapi keseruan berwisata sebenarnya justru sangat terasa dgn tips ini.
    Menikmati perjalan, Kebersamaan dan menikmati suasana alam.

    ReplyDelete
  2. Aahh...senangnya berlibur ke pantaaiii...
    Kita juga berkelompok siih...tapi kelompok yang terdiri dari Suami-Istri dan 2 anak.

    Hee...gak jadi dapet murmer juga yaa??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...bisa, kok. Yang penting dapet naik kapal Sabuk Nusantaranya itu.

      Delete
  3. Wah aku belum prnh nih ke kepulauan seribu. Bawa anak cocok nggak ya? Sebentar lagi bakal jadi warga Jakarta soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cocok, Mbak. Ada penangkaran hiu dan penyu juga, sebagai edukasi.

      Delete
  4. Kalau tau tip dan triknya gini, liburan ke Kepulauan Seribu bisa jadi lebih hemat dan seru yaa.. bermanfaat banget nih buat calon pengunjung Kepulauan Seribu :)

    ReplyDelete
  5. Sering baca ttg kepulauan seribu
    Penasaran pengin ke sana
    Tp ke jakarta aja hrs siapkan bajet banyak
    Puasin baca di inet dan liat sosmed aja dulu

    ReplyDelete
  6. Kemah di sana kok goda banget Bang Yos. Emanh kalau piknik mah enak bersama-sama biar rame. Thanks buat tipsnya

    ReplyDelete
  7. Duh... ini salah satu tips yang kucari. pengen banget ke kepulauan seribu. kalau pakai paket wisata, jatuhnya mahal banget.
    Ternyata ada jalur baru ya. Kalau homestay-nya bagaimana? Berapakah per hari? Nunggu info lanjutannya saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Homestay sih tergantung, Mbak. Di Pulau Pramuka, misalnya, kisaran 450-650 ribu lah per homestay per malam. Kalau resort bisa lebih mahal lagi.

      Delete
  8. Ih, aku sebenarnya sudah lama banget pengin ke sini sih. Bisalah tips2nya Kak Yos aku praktikin nih. Huahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan, Bul. Kontak aku aja sini kalo mau ke sana =D

      Delete

author
Yosfiqar Iqbal
Penyuka jalan-jalan, dan pecinta tulis menulis. Melakukan keduanya sekaligus disela-sela kesibukan menjadi karyawan, anak kos, dan rindu yang jarang terbalas.