Tips Snorkeling Ala Yos


Liburan ke laut itu paling asyik. Karena banyak hal yang bisa dilakukan tanpa harus ribet packing. Cukup bawa baju yang proper untuk berenang, dan beberapa baju ganti. Di sana bisa plesiran menyusuri pantai, memburu sunset atau sunrise, main pasir di pinggiran, sekedar leyeh-leyeh, dan berenang tentu saja.

Sekarang, berenang di laut bisa berbagai macam bentuknya. Bisa berupa hanya berenang di pinggiran pantai berpasir yang landai, atau berenang agak jauh ke tengah untuk melihat keindahan bawah air yang biasa disebut snorkeling. Biasanya kalau ada trip yang berbau laut, sudah sangat lumrah memasukkan kegiatan snorkeling ini di itinenary.

Masalahnya adalah, snorkeling harus dilakukan di perairan yang cukup dalam, 3-7 meter di bawah permukaan air. Cukup dalam. Banyak yang sebenarnya antusias, tapi takut karena tidak bisa berenang. Walaupun sebetulnya berenang bukan syarat utama supaya bisa menikmati aktifitas ini.

Saya akan sedikit memberi tips dan saran untuk bersnorkling ria. Ini bukan tips terbaik yang pernah ada, tapi ini yang terbaik menurut saya.

1. Pastikan Peralatan Lengkap

Gear standar untuk snorkeling adalah,

· Google: Ini bukan mesin pencari yang biasa kita gunakan di internet untuk mencari informasi tentang gebetan loh ya. Google ini maksudnya adalah kacamata sebagai alat bantu untuk memperjelas pandangan di dalam air. Alat ini melindungi mata dan hidung dari kemasukan air.

· Snorkle: Satu paket dengan google, terikat. Bentuk umumnya pipa memanjang yang memberikan akses udara dari luar ke dalam tubuh melalui mulut. Karena hidung nanti tercover oleh google, jadi kita harus bernafas lewat mulut yang ‘mengigit’ snorkel.

· Pelampung: Atau bahasa pramugarinya, life vest. Bentuknya seperti rompi berwarna mencolok. Ini membantu kita supaya tetap mengapung di permukaan tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga.

· Fin: Gampangnya, kaki katak. Bentuknya itu seperti, ummm…kaki katak. Kalau pakai ini gerakan dan mobilitas di air jadi lebih cepat, dan juga berguna untuk melawan gelombang.

· Pakaian: Pakai pakaian yang ringan dan fit di badan untuk memudahkan gerak di dalam air.

Nah, biar nyaman dan aman, khusunya buat yang belum mahir berenang, peralatan tersebut wajib ada. Pastikan juga ukurannya pas dengan anatomi badan. Karena benda-benda di atas memiliki ukuran yang berbeda.

2. Jangan Panik
Ketika manusia berada di luar lingkungannya, reaksi pertama adalah panik takut tenggelam. Setelah menceburkan diri ke laut, tekan rasa panik itu ke tingkat minimum. Kalau life vest terpasang dengan semestinya, semua akan baik-baik saja. Jangan ragu untuk minta tolong tour guide atau orang yang sudah biasa snorkeling untuk membantu mengawasi. Ingat saja ini, bahwa untuk tenggelam di laut itu justru sulit karena kandungan garamnya.

3. Pelajari Teknik  
Seperti yang saya katakan di atas, sesungguhnya snorkeling tidak memerlukan kemampuan berenang secara mutlak. Cukup mengetahui teknik dasarnya. Kuncinya adalah pada kayuhan kaki. Ingat, fin harus terpasang. Dan untuk maju bergerak, gerakan kaki harus mengayuh seperti berjalan, bukan menendang atau gerakan seperti gaya katak. Tidak pakai fin? Bisa, namun membuat kita jadi cepat lelah karena kurang dorongan untuk melawan gelombang. 
Ada juga yang mau foto-foto di dalam air. Nah, ini harus lepas pelampung. Baru di sini kemampuan berenang diperlukan. Gunakan kepala sebagai navigator, bukan badan. Usahakan kepala duluan yang mengarah ke arah yang kita inginkan. Kebanyakan, yang ingin menyelam berusaha ‘menenggelamkan’ badannya dulu. Setelah kepala berada di bawah air, baru kaki mengayuh seperti gerakan yang dijelaskan di atas.

4. Just See, Do Not Touch  
Di bawah laut, akan kita temukan beraneka macam makhluk dan hal yang memanjakan mata. Ikan-ikan aneka warna, dan terumbu karang aneka bentuk adalah hal dominan yang akan kita jumpai. Semua itu hanya boleh kita lihat, jangan disentuh. Gemas dengan clown fish yang diberi nama oleh dunia sebagai Nemo boleh saja, tapi tidak usah dikejar-kejar. Ada terumbu karang yang bagus, juga cukup dilihat dan difoto. Menyentuhnya hanya akan menimbulkan kerugian pihak terumbu karang, dan juga manusia yang menyentuhnya. Terumbu karang bisa rusak, dan kita semua tahu bahwa mereka butuh waktu dalam satuan puluh tahun untuk pulih. Dan kita bisa saja beresiko tergores, atau teriritasi karena tidak tahu jenis terumbu karang apa yang kita sentuh.

Sekian tips snorkeling ala Yos yang didapat dari pengalaman langsung ribuan kali ditolak cewek (yakali, menurut lo?). Ada yang punya tips atau saran lain? Boleh loh diisi di kolom komentar baik di postingan ini atau di akun Instagram @kening_lebar . Lagi butuh followers yang rada banyakan dikit nih, biar diendorse jalan-jalan gratis. Canda, ding! Ditunggu =)

8 komentar

  1. Iya, suka gemes kalau lihat nemo berenang di terumbu karang. Niatnya memang ingin main dan kejar-kejaran sama nemo, tapi nanti malah ngerusak terumbu karangnya ya...
    Ternyata untuk memulihkan terumbu karang yang rusak memerlukan waktu yang lama...gak jadi megang, deh!
    Sayang kalau sampai rusak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Bahaya juga, takutnya terumbu karangnya beracun. Organisme laut kan upredictable banget, bentuknya juga aneh-aneh. Yang lucu dan bagus, justru kadang yang paling mematikan.

      Delete
  2. sayangnya aku sedikit pobia sama bawah air

    ReplyDelete
  3. jangan panik
    tapi sering aku baca banyak penyelam meninggal karena kena tekanan tinggi di dalam air terus dia panik malah gag bisa ke atas

    ReplyDelete
  4. ini dimana lokasi snorkelingnya mas? lumayan tau tempat baru jdi gk melulu harus ke bali ato lombok kalo mau snorkeling.. btw snorkle nya gk kemasukan air pas nyelam kedalam?

    ReplyDelete
  5. ini dimana lokasi snorkelingnya mas? lumayan tau tempat baru jdi gk melulu harus ke bali ato lombok kalo mau snorkeling.. btw snorkle nya gk kemasukan air pas nyelam kedalam?

    ReplyDelete

My Instagram