Review Film: The Martian

Monday, October 05, 2015

The Martian


Satu bulan ini gue udah nonton dua film dengan tema survival. Bulan lalu film Everest yang bercerita tentang survival seorang pendaki di puncak tertinggi dunia udah gue review. Nah sekarang giliran film satunya lagi.

Judulnya The Martian. Gue agak underestimate pada awalnya sama film ini. Ah palingan juga film tipikal Hollywood yang astronotnya nyelametin bumi, dan berujung pada negeri Paman Sam jadi pahlawan dunia. Begitu pikir gue. Tapi pikiran itu langsung terbantahkan bahkan sejak menit-menit awal film ini.

Oiya, kalian bisa skip paragraf ini kalo takut nemuin spoiler karena gue mau cerita sedikit tentang temanya. Martian mengedepankan sebuah premis cukup ekstrim, "Bagaimana kalau seseorang harus bertahan hidup sendirian di sebuah planet tandus dan tidak berpenghuni?". Di Everest, kita menyaksikan rombongan manusia harus bertahan di tempat paling berbahaya di bumi. Tapi Martian menawarkan yang lebih, kita bakal dibuat kagum oleh usaha hanya seorang manusia bertahan hidup di luar bumi karena ditinggal oleh tim astronotnya secara nggak sengaja. Di mars. Sendirian. 80 juta kilometer dari rumah, keluarga, dan konter pulsa langganan.

Film ini nggak ngasih jeda kita untuk berpaling. Banyak dialog-dialog penuh isi yang sayang banget untuk lewat begitu saja. Istilah-istilah science dan ilmu astronomi bertebaran di sepanjang film. Walaupun begitu, masih ringan untuk dicerna oleh yang awam. Humornya pun segar dan nggak receh.

Kelebihan lain menurut gue, film ini minim banget drama. Jangan kuatir baper deh kalo nonton nih film. Nggak ada tuh adegan klise penuh cucuran air mata ala Armageddon misalnya. Film ini sangat fokus menjaga storyline supaya tetap di jalur tema. Gue kagum setengah mati sama ide-ide si Mark Wattney (Om Matt Damon) dengan rencananya untuk tetap survive sambil menunggu misi berikutnya dari bumi ke mars. Wich is, itu empat tahun lagi. Sementara persediaan makanan di pangkalan mars tersebut cuma untuk satu tahun. Matt Damon cukup asik untuk peran ini.

Yang (mungkin) bikin sebagian besar penonton bertanya adalah, di mana lokasi syutingnya? Tim sinematografinya pasti lembur nih mikirin dan riset gimana permukaan dan struktur secara keseluruhan dari planet mars. Kalo yang gue liat sih pengambilan gambarnya ada di Grand Canyon, dan padang pasir. Mungkin mars sesungguhnya nggak kayak gitu, tapi sinematografernya berhasil meyakinkan gue bahwa mereka beneran syuting di mars. Sumpah, detail banget. Apalagi ditambah sama tone merah untuk menguatkan kesan planet marsnya.

Kalopun ada yang kurang, gue rasa sisi psikologis dari si Mark ini kurang dieksploitasi. Di Everest, kita ditunjukkan gimana akibat buruk berada di ketinggian lebih dari 8.000 mdpl terhadap psikologis. Bisa berupa halusinasi, frustasi, stres, sampe putus asa. Tapi di The Martian, Mark cukup woles-woles aja sama keadaannya. Agak jadi nggak wajar sih ya, bayangin aja sendirian di planet laen gitu. Mungkin kurang bahan riset kali ya? Kalo orang yang tersesat di gunung kan udah banyak, gampang nanyainnya. Lah ini ilang di planet tempat jin maen gaple, jelas belom ada yang pernah.

Pokoknya ini film layak banget untuk ditonton. Bahkan menimbulkan efek pengen nonton lagi. Nggak ada itu cerita Amerika sibuk jadi pahlawan dunia sementara negara-negara laen cuman jadi tim hore. Placement produk Rover juga proporsional dan halus banget. Nggak ganggu kayak Gerry Chocolatos yang nongol di film Habibie.

Pada ke bioskop gih, seru loh filmnya. Pengen liat bokong telanjangnya Matt Damon, kan? *eh



You Might Also Like

8 comments

  1. Klo udah muncul yg bajakannya kabarin ya hehe. Nonton di bioskop suka kedinginan 😁

    ReplyDelete
  2. Senang dapat berkunjung di halaman yang sangat luar biasa ini,salam kenal dan tetap semangat dalam menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  3. Mungkin bukan karena kurang riset, tapi karena pribadi Mark yang optimis sehingga dia tak mengalami katakanlah halusinasi. Eh, tapi dia "ngolok-ngolok" Neil Armstrong ... emang kudu nonton film ini sendiri :)) *belum nonton *masih nunggu bukunya kelar diterjemahkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya buruan nonton, menghibur banget deh =)

      Delete
  4. udah nonton! dan ini adalah film tentang mars terbaik dibandingkan dengan film tentang mars yang udah ada sebelumnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Lebih keren dari Red Planet tapi ga lebih keren dari Planet of The Apes. Eh, itu bukan Mars, ya? Hahaha

      Delete

Google+ Badge

Arsip Blog