Review Film: Stand By Me Doraemon

Rabu, Desember 17, 2014

Umur gue sekarang 26 tahun, dan gue udah ngikutin serial kartun Doraemon dari pas masih Taman Kanak-kanak. Beranjak SD, baru deh gue kenal sama komik-komiknya baik yang seri atau serial petualangan robot kucing warna biru ini. Itu berarti, Doraemon udah jadi bagian penghias masa kecil gue, penghibur masa remaja gue, dan instrumen nostalgia bagi gue yang sekarang sedang menuju tahap dewasa.

Sepulang kerja kemaren, gue nyempetin nonton serial Doraemon yang dikemas secara 'the movie' berjudul Stand by Me Doraemon. Gue lumayan excited, karena dari jauh-jauh hari film ini digadang-gadang bakalan jadi movie Doraemon paling booming. Teaser filmnya memberikan petunjuk bahwa inilah saat yang tepat bagi Doraemon untuk berpisah dengan Nobita, dan sekian juta penggemarnya. Dan film ini dikemas dalam format animasi, keluar dari patron movie-movie sebelumnya yang kartun. Siapa coba yang ga penasaran?

Sepanjang film, gue terkagum-kagum sama kualitas animasinya. Iyalah, Jepang punya gitu loh. Gestur-gestur karakternya jauh lebih real. Komedi-komedinya yang terselip atau yang slapstick dibungkus lumayan rapih dan sanggup bikin gue ngakak di beberapa  bagian. Ya, cuma di beberapa bagian, padahal gue ngarep lebih. Karena ternyata animasi yang bagus itu menurut gue justru jadi bumerang buat film ini.

Penonton yang biasa nonton Doraemon berbentuk kartun, bakalan pangling sama karakter-karakter yang udah puluhan tahun melekat di otak dan hati. Terutama untuk karakter Nobita. Gue kok kayak yang kehilangan muka komikalnya Nobita ya. Tetep lucu sih, tapi muka melas Nobita pas minta tolong Doraemon di serial kartunnya adalah yang terbaik. Dan ini sih selera gue aja ya, salah satu faktor 'gagal'nya kelucuan di beberapa adegan adalah karena dubber untuk Suneo ga selucu dubber versi Indonesia. Again, ini selera gue. Pengisi suara tokoh lain boleh berubah, tapi untuk Suneo sih kalo bisa jangan =D

Gimana dengan alur? Film ini mengambil potongan-potongan serial per judul versi program TV atau komiknya. Lalu di sisipkan adegan-adegan tambahan supaya alur ceritanya nyambung. Untuk yang sekedar tau Doraemon, bakalan bilang bagus dan menganggap ini adalah film Doraemon paling kece. Tapi buat yang udah puluhan tahun ngikutin Doraemon apalagi ngoleksi komiknya, kemungkinan besar nggak bakal nemuin sesuatu yang istimewa kecuali scene-scene dan dialog-dialog yang meharukan. Yak, scene dan dialog mengharukan ini didukung sama background musik yang oke punya. Bikin emosi tumpah.

Dan pada akhirnya pasti pada nanya:" bagus nggak filmnya?"
Gue nggak biasa bilang bagus atau nggak. Tapi gue bisa bilang film ini menghibur dan layak tonton. Ga rugi deh ngeluarin duit buat nonton.

Selamat nonton.... =D

You Might Also Like

10 komentar

  1. Yos, traktir gue yuk yos di cilegon. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ntar aja kalo versi layar tancep udah keluar. Biar bisa sambil ngemil lepet ama klepon =D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Nunggu apa lagi, cepet beli tiketnya...

      Hapus
  3. Makasi ulasanya bikin ngebet nonton doraemon :(

    Salam blogger sugihfenny.blogspot.com :)

    BalasHapus
  4. siap! belum sempat nonton, masih ngantri cukup panjang :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uniknya mereka yang rela ngantri panjang itu kebanyakan orang dewasa loh. Nggak asik yah anak kecil jaman sekarang. =D

      Hapus

Google+ Badge

Arsip Blog